<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rinaldirismansyah's Weblog</title>
	<atom:link href="http://rinaldirismansyah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rinaldirismansyah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 May 2008 05:00:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rinaldirismansyah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rinaldirismansyah's Weblog</title>
		<link>http://rinaldirismansyah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rinaldirismansyah.wordpress.com/osd.xml" title="Rinaldirismansyah&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rinaldirismansyah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Dampak Perkembangan Teknologi Komputer</title>
		<link>http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/24/dampak-perkembangan-teknologi-komputer/</link>
		<comments>http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/24/dampak-perkembangan-teknologi-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 03:41:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldirismansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/24/dampak-perkembangan-teknologi-komputer/</guid>
		<description><![CDATA[Berita TI : Radiasi Wifi mengganggu kesehatan pada Kamis, September 06, 2007 &#8211; 10:01 AM CCT &#8211; 1012 Dibaca Kemajuan teknologi internet sudah membawa kita ke zaman dimana pengaksesan informasi bisa dilakukan dengan mudah, bahkan kini tidak lagi terbatas pada penggunaan sambungan kabel dari komputer ke line telefon. Teknologi nirkabel jaringan lokal yang dikenal dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldirismansyah.wordpress.com&amp;blog=2919674&amp;post=6&amp;subd=rinaldirismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table style="border:1px none #dbdada;" border="0" cellpadding="2" width="100%">
<tr>
<td bgcolor="#ffffff" height="17" width="100%"><a href="http://smka-smr.sch.id/index.php?module=News&amp;catid=4">Berita TI</a> : <a href="http://smka-smr.sch.id/modules.php?op=modload&amp;name=News&amp;file=article&amp;sid=681&amp;mode=thread&amp;order=0&amp;thold=0" class="pn-title">Radiasi Wifi mengganggu kesehatan</a></td>
</tr>
<tr>
<td width="100%"><b><!-- [article-edit-del] --></b></td>
</tr>
<tr>
<td height="17" width="100%"><font color="#bbbbbb"><b>pada Kamis, September 06, 2007 &#8211; 10:01 AM CCT &#8211; 1012 Dibaca</b></font></td>
</tr>
<tr>
<td width="100%">
<div align="left">
<table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td valign="top" width="1"><a href="http://smka-smr.sch.id/index.php?module=News&amp;catid=&amp;topic=4" class="pn-normal"><img src="http://smka-smr.sch.id/images/topics/themes.gif" alt="BeritaTI" align="left" border="0" hspace="5" vspace="5" /></a></td>
<td valign="top" width="100%">Kemajuan teknologi internet sudah membawa kita ke zaman dimana pengaksesan informasi bisa dilakukan dengan mudah, bahkan kini tidak lagi terbatas pada penggunaan sambungan kabel dari komputer ke line telefon. Teknologi nirkabel jaringan lokal yang dikenal dengan istilah kerennya, wi-fi (Wireless Fidelity) itu juga kini semakin berkembang di banyak lokasi umum.</p>
<p>Dampaknya memang secara sekilas sangat positif, namun sebuah teknologi agaknya selalu punya ekses ke banyak aspek kehidupan diantaranya dipandang dari segi kesehatan.</p>
<p>Bila sebelumnya banyak yang membahas radiasi elektromagnetik dari banyak perangkat berbasis elektronik mulai dari komputer, ponsel bahkan alat-alat rumah tangga lainnya, belakangan ini yang mulai marak adalah dampak wi-fi ini terhadap radiasi yang ditimbulkannya bagi kesehatan, dan sama seperti teknologi sebelumnya, tentu masih banyak penelitian lanjutan yang dibutuhkan untuk memastikan hal tersebut, dan banyak pula cara untuk bisa berdamai demi mendapatkan manfaat maksimal dari teknologi itu tanpa harus mengorbankan sisi kesehatan kita.</p>
<p>Efek Radiasi Elektromagnetik Terhadap Kesehatan, paparan cahaya yang intens termasuk yang ditimbulkan oleh sebuah radiasi elektromagnetik, dalam tubuh manusia akan berpengaruh paling banyak pada pembentukan hormon melatonin yang diproduksi kelenjar pineal di dalam otak, yang memang bersifat sensitif terhadap rangsang cahaya.</p>
<p>Ketidakstabilan melatonin ini bisa berdampak pada kelesuan, gangguan tidur, emosi, depresi hingga denyut jantung yang abnormal. Kehidupan kita sehari-hari belum dapat dilepaskan dari medan elektromagnetik yang dihasilkan dari sumber daya listrik seperti pembangkit dan jaringan transmisi-distribusinya, termasuk juga perangkat elektronik rumah tangga mulai dari lampu, penyejuk, multimedia dan peralatan masak elektrik.</p>
<p>Pengaruh ini biasanya berbanding lurus dengan tegangan yang dihasilkannya, dan tak jarang pula bersifat paparan lewat kontak berulang yang lama di sekitar perangkat-perangkat atau radiasi elektromagnetik lainnya.</p>
<p>Walau begitu, sebuah penelitian dari Perancis yang dimuat dalam sebuah jurnal kesehatan resmi menyebutkan kecil sekali kemungkinan adanya gangguan kesehatan atas radiasi dari alat-alat tersebut karena rata-rata intensitasnya masih berada di ambang yang cukup rendah.</p>
<p>Radiasi Elektromagnetik Wi-Fi</p>
<p>Publikasi tentang dampak negatif wi-fi sehubungan dengan radiasi elektromagnetik yang ditimbulkannya ini awalnya datang dari sebuah kasus yang dialami seorang wanita di London, yang datang ke institusi kesehatan dengan keluhan nyeri di bagian kepala, telinga, tenggorokan dan beberapa bagian tubuh lain bila berada dekat dengan peralatan elektronik atau menara pemancar.</p>
<p>Perangkat elektronik, memang memiliki radiasi elektromagnetik dimana dalam jumlah besar bisa mengakibatkan gangguan fisiologis hingga memicu pertumbuhan sel-sel abnormal seperti kanker, namun intensitasnya berbeda-beda dan ada patokan batas aman yang dianggap tidak sampai membahayakan kesehatan.</p>
<p>Atas keluhan ini berikut anjuran dokter yang mendiagnosanya sebagai suatu keadaan elektrosensitif, wanita tadi melindungi rumahnya dengan perangkat khusus antiradiasi untuk meminimalkan gelombang elektromagnetik dari teknologi wi-fi di sekitar tempat tinggalnya.<br />
Beberapa publikasi lanjutan tentang dampak radiasi wi-fi ini kemudian dilansir di Swedia langsung dari pemerintahnya serta di Norwegia lewat pernyataan perdana menterinya sendiri.</p>
<p>Lagi-lagi, kemungkinan pemberitaan yang awalnya banyak beredar di dunia maya ini sempat dianggap sebagai hoax, suatu berita isu yang belum bisa diyakini kebenarannya, namun adanya beberapa penelitian yang dilaporkan dari institusi resmi mungkin mulai membuat beberapa pihak bersangkutan mulai memikirkan hal ini.</p>
<p>Sebagian laporan resmi tersebut menyebutkan tingginya intensitas radiasi elektromagnetik di beberapa situs lokasi wi-fi, namun tak sedikit juga yang melaporkan bahwa intensitas tadi masih berada di bawah ambang batas senilai dengan radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh beberapa perangkat yang aman seperti televisi maupun radio, begitupun, kesimpang-siuran ini jelas menimbulkan suatu kekhawatiran bagi sebagian orang yang sangat perduli dengan kesehatannya, belum lagi pengakuan sejumlah aktifis di luar negeri yang bergabung untuk mendesak pembatasan penggunaan wi-fi, yang bagi sebagian masyarakat lain sangat diperlukan itu.</p>
<p>Beberapa kampus di negara-negara maju malah sudah ikut melarang penggunaan teknologi ini di sekitar lingkungan pendidikan mereka, meski belum ada kejelasan akan bahayanya.</p>
<p>Benarkah Berbahaya?</p>
<p>Banyaknya publikasi dari pengaruh radiasi elektromagnetik situs-situs umum penyedia wi-fi tadi turut juga memuat kekhawatiran mereka yang dialamatkan lebih ke penggunaan perangkat komputer dan juga usia penggunanya. Di luar masalah kesensitifan masing-masing individu terhadap radiasi elektromagnetik ini, sebagian ahli menyebutkan bahwa anak-anak jauh lebih sensitif dibandingkan dengan usia dewasa.</p>
<p>Pihak Health Protection Agency, Inggris, yang baru-baru ini membuat publikasi resmi pada sebuah program BBC bahwa dampak negatif ini sama sekali belum dapat dibuktikan dan pendapat ini didukung juga oleh sebuah institusi riset kesehatan telekomunikasi disana, dengan argument bahwa pemancar yang digunakan untuk teknologi ini sebenarnya berkekuatan sangat rendah dan tetap ada jarak dengan tubuh yang membuat radiasinya juga berlangsung dalam intensitas yang sangat rendah meski nilai yang mereka dapatkan berjumlah sekitar tiga kali lebih besar dari radiasi penggunaan ponsel biasa.</p>
<p>Mereka menekankan lebih lanjut bahwa bukan radiasi wi-fi lah yang menjadi masalah melainkan cara penggunaan komputer terutama laptop yang sering diletakkan di pangkuan hingga tak lagi memiliki jarak dengan tubuh.</p>
<p>Gelombang radio elektromagnetik yang digunakan untuk teknologi wi-fi, menurut mereka lagi berada ratusan kali lebih rendah dibandingkan sebuah microwave dan ambang batas yang ditentukan para ahli, dan meski masih terdeteksi adanya thermal interaction berupa kenaikan level temperatur jaringan tubuh, namun nilainya masih jauh dari ambang batas yang bisa mengakibatkan kerusakan.</p>
<p>Pendapat ini diperkuat lagi oleh beberapa institusi lain yang rata-rata mendapat hasil jauh lebih rendah daripada sinyal ponsel ketika digunakan untuk berbicara.</p>
<p>Hasil yang mereka laporkan, berada selama setahun di sekitar lokasi wi-fi sebanding dengan penggunaan ponsel dalam keadaan bicara selama 20 menit.</p>
<p>Bila kekhawatiran akan radiasi ponsel saja masih banyak diperdebatkan, maka wi-fi sama sekali mereka anggap belum pantas mengundang kekhawatiran tersebut.</p>
<p>Begitupun, mereka juga tetap menganjurkan untuk menggunakan teknologi ini dalam batas wajar sekaligus memperhatikan penggunaan perangkat komputer yang juga memiliki intensitas radiasi elektromagnetik yang berbeda-beda.</p>
<p>Paling tidak, penggunaan dalam batasan wajar ini bisa mencegah pengaruh buruk terhadap kesehatan yang bisajadi kepastiannya baru ditemukan dalam tahun-tahun mendatang.</td>
</tr>
</table>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldirismansyah.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldirismansyah.wordpress.com&amp;blog=2919674&amp;post=6&amp;subd=rinaldirismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/24/dampak-perkembangan-teknologi-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3ae7664286578c8fc11fad37e70933?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldirismansyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smka-smr.sch.id/images/topics/themes.gif" medium="image">
			<media:title type="html">BeritaTI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peranan Komputer pada Mobil</title>
		<link>http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/03/peranan-komputer-pada-mobil/</link>
		<comments>http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/03/peranan-komputer-pada-mobil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 05:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldirismansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/03/5/</guid>
		<description><![CDATA[Peran Komputer pada Mobil MUNCULNYA mobil baru, hampir selalu diikuti teknologi lebih maju. Karena itu, teknologi tidak pernah berhenti dipacu maju. Bahkan pabrik-pabrik mobil seperti harus berpacu dengan waktu untuk saling mengungguli satu sama lain di bidang teknologi. Pembeli pun tahu, bila ada mobil berteknologi lebih maju, untuk apa memilih yang berteknologi kuno? Bagaimana-pun juga, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldirismansyah.wordpress.com&amp;blog=2919674&amp;post=5&amp;subd=rinaldirismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="///C:/DOCUME%7E1/USER07%7E1.LOA/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" /></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0.49cm;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="5"><u><b>Peran Komputer pada Mobil</b></u></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="5"><b> </b></font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3">MUNCULNYA mobil baru, hampir selalu diikuti teknologi lebih maju. Karena itu, teknologi tidak pernah berhenti dipacu maju. Bahkan pabrik-pabrik mobil seperti harus berpacu dengan waktu untuk saling mengungguli satu sama lain di bidang teknologi. Pembeli pun tahu, bila ada mobil berteknologi lebih maju, untuk apa memilih yang berteknologi kuno? Bagaimana-pun juga, perlombaan teknologi maju pada dunia otomotif, ternyata memberi manfaat berarti bagi pembeli.Selama 20 tahun terakhir, perangkat dunia otomotif mengalami kemajuan luar biasa.</font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"></font></font><img src="http://bp1.blogger.com/_lJ34JiCyIJ8/RzO37zXJ-oI/AAAAAAAAARY/sFN9kMCHKcQ/s320/PAX1+copy.jpg" border="1" height="272" width="320" /></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3">Juga komputer, yang semula sebesar rumah, kini bisa tampil lebih ringkas dengan kemampuan 100 kali lebih besar dari dulu. Kemajuan teknologi komputer itu pun kini dimanfaatkan para ahli untuk menyempurnakan kinerja otomotif. Kenyataannya, penggunaan komputer high tech banyak memberi keuntungan pada manusia. Mobil lebih nyaman dikendarai, lebih hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan karena pembakaran menjadi lebih sempurna.</font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3">Ada banyak teknologi maju yang sudah diterapkan pada mobil, sebagian lagi masih dalam taraf pengenalan. Teknologi hibrida, misalnya, yang menggabungkan mesin dan listrik, mendapat tanggapan positif. Atau mengemudi tanpa menyentuh roda kemudi (hands free) yang sempat dicoba dari Los Angeles ke San Diego, guna mengatasi kejenuhan pengemudi melintas benua. Atau munculnya accu 42 volt pengganti accu 12 volt, akan membuat komponen listrik, makin kecil. Teknologi ban fax flat Michelin, yang masih mampu menggelinding 200 kilometer tanpa angin, atau mobil listrik yang hemat dan tanpa mengeluarkan emisi gas buang beracun, merupakan kemajuan-kemajuan yang sudah ada di sekitar kita.<br />
</font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="left"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"><b>Mengatasi kaget</b></font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <img src="http://bp1.blogger.com/_lJ34JiCyIJ8/RzOMLzXJ-gI/AAAAAAAAAQY/WkdKjBWJp_g/s320/ai3techno-e2.jpg" border="1" height="296" width="320" /></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3">Kini, DaimlerChrysler, General Motor, dan BMW, sudah menggunakan sistem stabilitas elektronik, yang membuat mobil tetap stabil meski kemudi dibanting ke kiri atau ke kanan guna menghindari orang menyeberang atau hewan yang melintas secara tiba-tiba.<br />
Sistem sensor pada roda dan kemudi, akan mengirim sinyal ke komputer, dan komputer akan mengatur rem agar putaran roda tidak tergelincir dan pengemudi tetap dapat mengendalikan kendaraannya.<br />
Bila temuan ini digabungkan dengan sistem radar atau sinar laser, maka sistem ini bisa mengambil alih peran sopir dari roda kemudi. Asyik juga! Suatu saat kita bisa tidur dan membiarkan mobil berjalan sendiri. Digunakannya sinar laser atau radar, akan menghindarkan kendaraan dari tabrakan. Seluruh kendali akan diambil alih komputer, seperti mengerem, mengurangi kecepatan, dan menghindar sendiri bila ada dari samping tiba-tiba ada orang menyeberang.</font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify">
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0.42cm;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"><b>Ban pintar</b></font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3">Selain di bidang mekanik dan mesin, komponen mobil yang lain juga mengalami kemajuan. Pabrik ban Michelin, beberapa waktu lalu memperkenalkan ban yang tetap bisa dioperasikan sejauh 200 kilometer meski tanpa angin. Ban model ini sudah digunakan pada mobil mewah Mercedes dan Lexus. Dengan adanya ban seperti ini, pengendara tidak perlu khawatir bila tiba-tiba bannya kempes, ia bisa mencari tempat aman untuk menggantinya.</font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3">Kini, pabrik ban Firestone mengumumkan penemuan ban pintar. Di dalam roda ada &#8220;pemancar&#8221; sekaligus sensor. Sensor itu akan mendeteksi tekanan angin dari tiap ban dan akan mengirim sinyal ke panel di depan pengemudi. Mata pengemudi dengan mudah bisa membaca tekanan tiap roda, dan dengan demikian membantu pengemudi untuk segera menambah tekanan angin.<br />
Temuan ini dirasa perlu mengingat tekanan angin ban yang tidak sama menjadi penyebab mobil tidak stabil. Bila tekanan angin ban tidak sama, mobil akan mudah slip bila dipacu dalam kecepatan tinggi. </font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify">
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"><b>AVL</b></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"><b><br />
</b></font></font><img src="http://bp3.blogger.com/_lJ34JiCyIJ8/RzO6jTXJ-rI/AAAAAAAAARw/K1UsM1syOcU/s320/ai3techno-a.jpg" height="215" width="320" /></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3">Kini produsen otomotif mengembangkan AVL (automatic vehicle location) yang menggunakan fasilitas Global Positioning System (GPS). Teknologi AVL sudah banyak digunakan pada mobil di Eropa, Jepang, dan Amerika, amat bermanfaat untuk mencari alamat rumah atau membelokkan mobil mencari jalan alternatif menghindari kemacetan.<br />
Sebuah sistem telematik yang dihubungkan dengan satelit, akan memudahkan seseorang menemukan lokasi di darat. Untuk menggunakan teknologi ini, mobil harus dilengkapi alat penerima sinyal dan peta standar yang ditampilkan di layar monitor komputer.<br />
Selain itu, AVL juga memiliki memori yang bisa membantu pengemudi yang belum mengenal lokasi. Bila melalui daerah yang belum diketahui, pengemudi bisa menyimpan datanya hanya dengan menekan tombol. Nantinya, data itu akan dapat digunakan orang lain yang belum pernah mendatangi lokasi itu. Untuk mobil-mobil built up dan mewah yang berseliweran di Indonesia dan dilengkapi AVL, alat ini belum bisa digunakan karena fasilitas lainnya belum ada. </font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify">
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"><b>Pengamantabrakan</b></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"><b><br />
</b></font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3">Teknologi maju pada otomotif juga dimaksudkan untuk mengamankan penumpang di dalamnya bila terjadi tabrakan. Mercedes Benz dan Toyota sudah memasang sistem pengontrol jarak.<br />
Dengan demikian pengemudi dapat menentukan, berapa jarak yang diinginkan dari mobil yang ada di depannya. Komputer akan mengatur untuk mengurangi kecepatan hingga mendekati limit jarak yang diinginkan. Peralatan ini juga sudah banyak dipasang, untuk keperluan parkir. Bila Toyota menggunakan sistem sinar laser, Mercedes Benz menggunakan sistem radar. </font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify">
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"><b>Transmisi otomatik</b></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"> </font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify">
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3">Dunia otomotif kini juga mengembangkan teknologi transmisi otomatik lima kecepatan. Selama ini, transmisi otomatik yang ada pada mobil umumnya baru empat kecepatan. Dengan temuan baru ini diharapkan membantu para pengendara bila menghadapi jalan macet. Namun, kenikmatan ini juga harus dibayar dengan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak alias boros hingga 10 persen.</p>
<p>Sistem baru pada transmisi yang dilengkapi Electronic Control Transmission (ECL) ini juga memperbaiki pemindahan daya slip yang selama ini bisa terjadi pada transmisi otomatik, bentuknya menyerupai kopling slip. </font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify">
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="left"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"><b>&#8221;Variable Compression Vehicle&#8221;</b></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"><b><br />
</b></font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3">Perusahaan otomotif dari Eropa, SAAB grup, mengumumkan penggunaan mesin rekayasa terbaru. Rekayasa ini mengubah anggapan orang bahwa cylinder head mobil dikancing dengan baut pada blok mesin. Maka jangan kaget, bila suatu saat melihat cylinder head bergerak turun-naik sesuai RPM mesin. Inilah teknologi yang membuat mobil memiliki multi compression yang sudah diaplikasikan pada beberapa produk SAAB grup.<br />
Selama ini kita hanya tahu, mobil memiliki perbandingan kompresi tetap. Sebuah mobil dengan perbandingan kompresi 1:9, dalam keadaan apa pun, perbandingan kompresi tidak bakal berubah, dan cocok untuk putaran serta kecepatan rendah. Sedangkan, mesin dengan perbandingan kompresi 1:12 mempunyai karakter RPM tinggi dan cocok untuk mobil berkecepatan tinggi. Dengan demikian terjadi kerugian yang mengakibatkan mesin tidak bekerja optimal.<br />
Untuk itu SAAB grup membuat mesin dengan perbandingan kompresi mulai dari 1:8 hingga 1:12, bahkan bisa lebih variatif lagi, dan menghasilkan mesin yang efisien. Ternyata hal ini dimungkinkan karena SAAB menggunakan sistem pengatur naik turunnya cylinder dan cylinder head yang diletakkan di dalam mesin.<br />
Cylinder head yang telah menyatu dengan cylinder akan naik-turun terhadap blok mesin. Manfaat mesin ini, meski agak rumit, amat hemat bahan bakar hingga 30 persen. Dan pengaturan ketepatan perbandingan kompresi, saat mobil berjalan lambat maupun kencang, diatur oleh komputer. </font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify">
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="left"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"><b>Mesin ringkas</b></font></font><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"><b><br />
</b></font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3">Selama 100 tahun, ahli-ahli mesin menggunakan rantai, roda gigi, dan belt gabungan dari nilon dan karet untuk menghubungkan bagian-bagian mesin. Salah satunya untuk penggerak klep mesin mobil. Tidak lama lagi sistem ini akan ditinggalkan karena Siemens, raksasa elektronik dari Jerman, sudah menyiapkan teknologi elektronik penggerak klep. Sebuah kotak elektronik akan disatukan dengan setiap klep mesin mobil, dan sistem elektromagnet yang ditimbulkan kotak itu akan menggerakkan klep naik dan turun sesuai periode kerja.<br />
Lagi-lagi komputer mengambil alih peran mekanikal dan tingkat ketepatan kinerja mesin pun makin tinggi. Penggunaan komponen elektrik ini selain membuat konstruksi mesin lebih sederhana, juga menghasilkan penghematan bahan bakar dan kontrol emisi gas buang. Dengan demikian, Electronically Controlled Valve (ECV) buatan Siemens ini akan menghilangkan banyak bagian dari mesin.<br />
Bila ECV digunakan pada mesin Kijang, maka tidak diperlukan lagi roda gigi yang ada di kruk as (crank shaft gear), noken as dan roda gigi (camshaft dan gear) lifer, push rod, rocker arm, dan membuang beberapa seal oli. Bahkan, saluran yang ada dalam konstruksi mesin pun akan menjadi lebih sederhana.<br />
Selain itu beberapa penekan timing belt atau pengontrol rantai yang digunakan untuk menjaga ketepatan kerja komponen itu, akan hilang. Distributor juga tidak lagi digunakan. Tugas distributor untuk membagi arus ke busi, diambil alih komputer. </font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3"><br />
Bukan mustahil, suatu saat komponen penggerak klep yang dibuat secara elektronik akan menyatu dengan komponen koil untuk busi. Apalagi dengan digunakannya accu 42 volt pengganti 12 volt pada tahun 2003, maka komponen elektrik pada mobil akan makin kecil. (Ternyata sampai tahun 2007 ini, belum ada tanda-tanda akan segera menggunakan accu 42V)<br />
</font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3">Apabila tekanan angin ban tidak sesuai spesifikasi atau keempat ban mobil menunjukan tekanan angin yang tidak sama satu sama lainnya maka akan tampak pada panel ini. Kita lantas menambah angin agar pengereman pakem dan mobil menjadi stabil. Teknologi ini sudah digunakan pada mobil mewah dan VIOS terbaru.<br />
</font></font></p>
<p style="background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;margin-bottom:0;line-height:0.64cm;" align="justify"> <font face="Trebuchet MS, sans-serif"><font size="3">Pada bagian dalam ban ada sensor. Sensor inilah yang akan mengirimkan signal ke komputer seberapa besar tekanan angin ban dan hasilnya tampak pada panel diatas.</p>
<p>Direncanakan pada suatu saat, orang dengan mudah merubah mobil lamanya menjadi mobil Hibrida dengan mengganti komponen mesin, yaitu fly wheel. Bagian ini akan berfungsi sebagai generator yang menghasilkan arus untuk pengisian aki dan pada kesempatan lain digunakan untuk menghidupkan mesin berfungsi sebagai starter.</p>
<p>Sebuah sensor sinar yang ada dihadapan anda akan memperjelas objek yang jauhnya sekitar 200 m, dalam kondisi gelap sehingga anda bisa mengantisipasi situasi ini.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;page-break-before:always;" align="justify"> <font face="Times New Roman, serif"><font size="5"><b>Teknologi Airbag Semakin Canggih</b></font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="4"><b> </b></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"><font size="4"><b>Penggunaannya Mesti Dipadu dengan Sabuk Pengaman</b></font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:100%;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">MESKI pemerintah Indonesia belum mewajibkan perangkat kantong udara atau </font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>airbag </i></font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">sebagai perlengkapan standar bagi kendaraan roda empat, namum model baru yang dilengkapi peranti ini semakin banyak. Bila beberapa tahun lalu hanya kendaraan menengah ke atas yang dilengkapi kantong udara, kini mobil berharga Rp 170 jutaan telah menyandang alat keselamatan ini. </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:100%;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:100%;" align="justify"> <font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Memang peranti kantong udara di desain sebagai alat keselamatan tambahan dan bukan sebagai pengganti sabuk pengaman. Itu sebabnya kantong uda­ra oleh pabrikan mobil disebut sebagai alat </font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>Supplemental Restraint System</i></font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"> (SRS). Efektivitas kantong udara akan berkurang bila pengemudi atau penumpang di depan tidak menggunakan sabuk pengaman. </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:100%;" align="justify"> <font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Apa itu kantong udara? Perangkat ini didesain untuk melindungi penumpang ketika mobil terkena benturan sangat keras dari arah depan. Cara kerjanya adalah dengan mengembangkan kantong yang berisi semacam gas di depan pengemudi atau penumpang depan secara cepat. Peranti kantong udara bekerja dalam hitungan milidetik yaitu mampu bereaksi dengan kecepatan sekira 0,035 detik. Secara spesifik kantong udara ini melindungi kepala dan hantaman objek keras yang ada di dalam mobil, seperti kemudi mobil dan pecahan kaca depan.</font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:100%;" align="justify"> <font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Pengemudi yang tidak mengenakan sabuk pengaman saat terjadi kecelakaan akan terkena energi benturan, sehingga tubuh pun melonjak ke depan. Ketika itu peranti kantong udara yang mengembang bisa menonjok muka dengan keras. Sabuk pengaman menghalangi badan untuk maju ke depan sehingga tonjokkan kantong udara tidak mengenai muka atau badan dengan keras. </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:100%;" align="justify"> <font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Pada umumnya sistem kantong udara yang dipasang pada mobil saat ini memakai teknologi yang mengandalkan sensor elektronik. Sistem ini mampu bereaksi lebih cepat dibandingkan teknologi konvensional yang dirintis pada tahun 1960-an. Pengemudi dan penumpang pun jadi lebih terlindungi saat terjadi kecelakaan. </font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:100%;" align="justify"> <font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Teknologi kantong udara pertama kali ditemukan pada tahun 1952 yang dikembangkan oleh Allen Breed dari AS. Peranti kantong udara yang pertama dipasang pada tahun 1967 untuk kendaraan buatan pabrik Chrysler. Karena masih belum terlalu maju teknologinya, pabrikan mobil Mercedes-Benz mendesain ulang peranti </font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>airbag </i></font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">dengan sistem kerja yang lebih baru. Teknologi baru ini mulai dipasang pada kendaraan buatan Jerman model W126 pada tahun 1980.</font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:100%;" align="justify"> <font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Sejak saat itu berbagai pabrikan mobil dunia mengembangkan teknologi peranti kantong udara. Teknologi masa kini sangat mengandalkan sensor elektronik yang berupa </font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>micro-electro-mechanical system accelerometer. </i></font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Alat sensor ini mampu membaca kondisi deselerasi drastis yang terjadi pada saat kendaraan menabrak sesuatu di depannya. Lokasi penempatan alat sensor tidak sama pada setiap mobil. Umumnya terletak di bagian depan dan kabin, misalnya di sekitar bagian bawah tuas rem tangan. Sedangkan modul kantong udara khusus pengemudi ditempatkan pada bagian kemudi.</font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:100%;" align="justify"> <font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Secara umum cara kerja sistem kantong udara berdasarkan panduan pabrikan mobil Nissan, dibagi ke dalam lima langkah. Tahap pertama diawali dengan sensor yang mendeteksi adanya tabrakan dari arah depan. Selanjutnya pada tahap kedua, sinyal diteruskan sensor unit ke kantong udara. Gas pun disemburkan dari tabung dan kantong udara mengem­bang secara sangat cepat. Terakhir pada tahap kelima, setelah melindungi penumpang dari bahaya benturan saat tabrakan, kantong udara pun mengempis dengan sendirinya.</font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:100%;" align="justify"> <font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Teknologi kantong udara akan berfungsi dengan baik bila terjadi tabrakan frontal dengan kendaraan lain terutama dari arah berlawanan atau benda padat lainnya, misalnya dinding beton. Sistem kantong udara dirancang untuk bekerja normal ketika mobil dikendarai lebih dari 25 km/jam dengan kekuatan benturan tertentu. kantong udara baru berfungsi jika kunci kontak kendaraan berada pada posisi </font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>on.</i></font></font></p>
<p style="margin-top:0.49cm;margin-bottom:0.49cm;line-height:100%;" align="justify"> <font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Ada beberapa kondisi yang membuat sistem kantong udara standar di bagian depan atau </font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>frontal airbag </i></font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">tidak bekerja, yaitu ketika mobil menabrak tiang permanen tepat di bagian tengah. Kemudian, saat mobil masuk ke dalam luang besar atau selokan, mobil ditabrak dari bagian belakang, mobil yang terbalik, mobil menabrak dalam posisi miring, mobil ditabrak dari bagian belakang, dan mobil ditabrak untuk kedua kalinya. Alat kantong udara juga tidak bekerja saat mobil menabrak dan terjepit di bagian bawah bak truk. (ovi)***</font></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldirismansyah.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldirismansyah.wordpress.com&amp;blog=2919674&amp;post=5&amp;subd=rinaldirismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/03/peranan-komputer-pada-mobil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3ae7664286578c8fc11fad37e70933?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldirismansyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_lJ34JiCyIJ8/RzO37zXJ-oI/AAAAAAAAARY/sFN9kMCHKcQ/s320/PAX1+copy.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_lJ34JiCyIJ8/RzOMLzXJ-gI/AAAAAAAAAQY/WkdKjBWJp_g/s320/ai3techno-e2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_lJ34JiCyIJ8/RzO6jTXJ-rI/AAAAAAAAARw/K1UsM1syOcU/s320/ai3techno-a.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/03/4/</link>
		<comments>http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/03/4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 05:32:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldirismansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/03/4/</guid>
		<description><![CDATA[Peranan Komputer pada MobilPeranan Komputer pada Mobil<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldirismansyah.wordpress.com&amp;blog=2919674&amp;post=4&amp;subd=rinaldirismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/03/4/peranan-komputer-pada-mobil/" rel="attachment wp-att-3" title="Peranan Komputer pada Mobil">Peranan Komputer pada Mobil</a><a href="http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/03/4/peranan-komputer-pada-mobil/" rel="attachment wp-att-3" title="Peranan Komputer pada Mobil">Peranan Komputer pada Mobil</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldirismansyah.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldirismansyah.wordpress.com&amp;blog=2919674&amp;post=4&amp;subd=rinaldirismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/03/03/4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3ae7664286578c8fc11fad37e70933?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldirismansyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/02/20/hello-world/</link>
		<comments>http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/02/20/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 01:46:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rinaldirismansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldirismansyah.wordpress.com&amp;blog=2919674&amp;post=1&amp;subd=rinaldirismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rinaldirismansyah.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rinaldirismansyah.wordpress.com&amp;blog=2919674&amp;post=1&amp;subd=rinaldirismansyah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rinaldirismansyah.wordpress.com/2008/02/20/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3ae7664286578c8fc11fad37e70933?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rinaldirismansyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
